Pages

Jumat, 30 Januari 2015

Berguru Nge-Blog Pada Para Blogger Senior


 Judul Buku: Buka-Bukaan Ala Blogger Kondang(an)
Penulis: Abdul Cholik, dkk
Penerbit: Sixmidad Energizing!
ISBN: 978-602-70506-6-2

Sejak dulu saya kurang suka membaca buku dengan genre non-fiksi. Tantangan terbesar saat memaksakan diri untuk membaca genre tersebut adalah: ngantuk yang pasti langsung datang padahal baru membaca satu-dua halaman. Apalagi buku non-fiksi semacam ‘tutorial blab la bla’ atau ‘tips dan trik blab la bla’, gitu… seringnya baru mau buka halaman pertama aja udah ngantuk. Hihi

Saat saya menerima buku ‘Buka-Bukaan Ala Blogger Kondang(an)’ dari Mbak Esti, jujur saya juga langsung kepikiran betapa sangat membosankannya membaca buku tersebut. Hmm, ya, saya ini blogger amatiran yang belagu. Cenderung malas belajar teori, lebih suka learning by doing. Tapi saya sangat sadar, teori adalah hal yang nggak boleh ditinggalkan dalam proses belajar.

Saya cukup terkejut ketika ternyata saya berhasil menyelesaikan buku ‘Buka-Bukaan Ala Blogger Kondang(an)’ ini dalam waktu dua atau tiga hari saja. Emm, FYI, kecepatan baca saya emang agak payah, dan saya bacanya nyicil. Jadi waktu  dua-tiga hari itu sudah tergolong lumayan cepat, sekali lagi, untuk kategori non-fiksi – yang pada dasarnya kurang saya suka. Lebih terkejutnya lagi, saya hampir nggak merasa bosan membaca bab demi bab dalam buku ini.

Buku Buka-bukaan Ala Blogger Kondang(an) ini terdiri dari 13 bab yang ditulis oleh 13 penulis berbeda – yang keseluruhannya adalah seorang blogger. Yup, karna yang menulis adalah para praktisinya langsung, jadi buku ini tidak berisi teori-teori macam buku diktat kuliah begitu. Para penulis memberikan pelajaran bagi para pembaca melalui cerita dan pengalaman yang mereka rasakan langsung dalam dunia blogging. 

Contohnya Mbak Haya Aliya Zaki yang menceritakan tentang awal-mula ia menjadi seorang food blogger yang akhirnya membawanya pada lading rizki-ladang rizki tak terduga dan sangat luar biasa. Juga Mba Esti Sulistyawan yang memberikan tips dan trik untuk membuat nama kita dan blog kita familiar dengan mengikuti komunitas-komunitas yang sesuai dengan passion blog kita.

Pada salah satu bab, saya merasa sangat tersindir. Bab tersebut berjudul ‘Siap Jadi Blogger; Antara Teori dan Praktik’ yang ditulisa oleh Pak Hariyanto Wijoyo. Hihi, selama ini rasanya saya belum balance dalam menerapkan dua unsure tersebut – masih berat sebelah (praktiknya). Jadi nggak heran ya, kalo perkembangan blog saya lambat banget dan gitu-gitu aja. Haha.Tips Menulis Produktif daari Pak Nuzulul Arifin juga sangat menarik buat saya yang sering sok sibuk dan ‘ngaku’ nggak punya waktu. Subjudul dari bab ini sangat menohok: menulislah sesibuk apa pun Anda. “Mengapa kita tidak mau menulis? Jawabannya pasti beragam. Tapi intinya adalah satu: kita malas untuk memulainya.” JLEB banget, kaaann??? :D

Bagi yang sering merasa kesulitan cari ide, cerita Mbak Susindra mungkin akan sangat membantu. Beliau bercerita tentang cara mencari ide dari hal apapun yang ada di sekitar kita. Dan kalo kita mau lebih peka, akan selalu ad aide menarik dari sekitar kita untuk bisa diubah menjadi tulisan menarik. Dan nasehat yang luar biasa dan menjadi kunci keistiqomahan nge-blog datang dari sosok paling lharismatik di dunia Blogging – Pakdhe Abdul Kholik. Apa nasehat beliau? Jangan hiatus! Nah, beberapa waktu lalu Mba Ila sempet bilang ke saya, banyak blogger senior yang sedang hiatu saat ini. hmm, sayang, ya, rasanya.

Nah, bagi yang baru akan mulai nge-blog, sudah nge-blog dan merasa butuh semangat untuk terus nge-blog, atau bahkan yang sedang benar-benar nggak punya semangat buat nge-blog, rasanya buku ini pas banget untuk dibaca. Cerita-cerita ringan yang nggak menggurui sangat aplikatif untuk diterapkan dan diserap ilmunya. Bahkan, Pak Akhmad Muhaimin Azzet nggak segan membagi alamat-alamat media yang bisa kita kirimi tulisan, bagi para blogger yang berniat merambah media massa cetak. Selain yang sudah saya ceritakan di atas, tentu saja masih banyak bab-bab lain yang berisi cerita serta tips-tips yang nggak kalah menarik. Satu kalimat untuk menggambarkan buku ini: simple tapi sarat ilmu.

10 komentar:

  1. Kalo dimaksimalkan, yakin deh Ocha bakal jadi blogger profesional. Apalagi sekarang emang lagi musimnya blogger dicari sama perusahaan buat review atau nulis tentang produk dan kegiatan mereka. Coba aja fokusin ke niche blognya, Cha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Niche tu apa ya mbak?? Kayak pernah denger tapi lupa :D

      Hapus
    2. Niche ki tonggone Nike hehe
      Mksude blog yg punya tema khusus Sa, blog masak misalnya

      Makasi ya udah di review bukunya :)

      Hapus
    3. Weeww... lha nek blog-ku gado2 gitu njuk opo temane mbak? tema galau? :D

      Hapus
  2. Ngeblog itu banyak manfaatnya Jeng.
    Bebagi ilmu dan pengalaman, sekaligus kita mendapat ini itu.
    Uang dan barang sering saya terima loch
    Saya bahkan bisa menerbitkan buku dari artikel blog
    Keep blogging
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa pakdhe... sering ngiler kalo liat hadiah2 yg pakdhe terima. tapi sayang belom bs meneladani konsistensi pakdhe secara maksimal. hehe

      Hapus
  3. Akhirnya....
    AKu juga banyak belajar dari buku ini. hihi...
    meski tak terlihat, aku mulai mengelola banyak blog berniche khusus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh, kalo mba susi mah emang kereen. aku dua blog aja terbengkalai, apalagi kalo banyak :D

      Hapus
  4. Sepertinya bukunya ini bagus ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas Helvry, singkat padat, nggak bertele-tele, dan aplikatif :)

      Hapus