Pages

Selasa, 28 Oktober 2014

Jodoh Dunia Akhirat: Buku Buat jomblo Yang Nggak Bikin Galau :)

Judul Buku: Jodoh Dunia Akhirat: Merayu Allah Menanti Dalam Taat
Penulis: Ikhsanun Kamil (Canun) & Foezi Citra Cuaca (Fufu)
Penerbit: Mizania
No. ISBN: 978-602-9255-62-1

Jujur awalnya malas sekali waktu baru mau mulai baca nih buku. Tapi, berhubung ini buku yang direkomendasikan sekaligus dipinjami oleh seorang sahabat yang saya idolakan banget, maka saya 'memaksakan diri' membacanya. Tanpa ekspektasi. Malah yang lebih dulu terbayang adalah betapa booring-nya baca buku jenis beginian. Saya sudah beberapa kali baca buku sejenis ini, dan ya ituu... bosan. Yang ada di otak saya, dilihat dari judulnya buku ini pasti hanya berisi seabrek iming-iming indahnya pernikahan. Motivasi-motivasi untuk segera nikah, tapi 'lupa' membahas kegalauan para jomblowan jomblowati yang sudah ingin menikah tapi belum punya bayangan tentang 'siapa' yang mau diajak nikah (Emm, oke, sepertinya postingan kali ini lagi-lagi akan sarat unsur curcl. wkwkwk)

 Tapiii, ternyata saya salah. Salah besar. Buku ini bikin saya terpesona, bahkan saat baru beberapa lembar saja yang saya baca. Selain bikin terpesona, buku ini juga bikin saya merasa ditampar bolak balik. Plak!!! plakk!! plak!! haha

Pertama, penulis menanyakan tentang seberapa lurus niat kita ingin menikah. Lalu mereka (karna penulisnya dua orang) menjabarkan beberapa jenis niat yang 'kurang tepat', yang justru sering jadi pemicu keinginan menikah. Daaann, dari beberapa niat kurang tepat yang dijabarkan tersebut, hampir semua ada di benak saya. Haha. *tepok jidat*

Lalu Teh Fu dan Canun memperkenalkan sebuah formula untuk berproses menjemput jodoh. Formula tersebut terdiri dari 3 step, yaitu: Cleansing, Upgrading, Selecting. Jadi, menurut Teh Fu sama Canun, kita harus melalui 3 step tersebut dulu satu per satu dalam proses ikhtiar menjemput jodoh dunia akhirat. Oke, saya ceritain dikit penjelasan tentang 3 step tersebut, ya.

Cleansing. Dalam step ini kita diminta untuk membersihkan jiwa, hati dan pikiran dari macam-macam 'sampah' yang nggak berguna dan sangat mungkin menghijabi kita dari jodoh kita. Sampah-sampah tersebut diantaranya, perasaan belum memaafkan diri sendiri dari dosa-dosa masal lalu yang pernah kita perbuat sehingga bikin kita minder abis. Lalu perasaan-perasaan sakit hati dan kecewa sama orang tua atau orang-orang terdekat. Misal, yang kehidupan rumah tangga orangtuanya kurang harmonis, dll. Dan yang terakhir, membersihkan hati dari perasaan sakit hati, kecewa, menyesal, dan perasaan-perasaan semacamnya dengan orang lain (cakupannya lebih luas lagi). Termasuk di dalamnya adalah orang-orang yang pernah jadi 'istimewa' di masa lalu. Contoh, sakit hati karna dikhianati mantan (bukan curhat :p).

Bagian ini paling nampol bagi saya. Saya harus berkali-kali mengambil jeda. Membaca, berhenti sejenak, menarik nafas panjang, merenung, lalu menangis. Cuma saya memang kurang bisa menceritakan isinya dengan baik agar merepresentasikan apa yang saya rasa saat membacanya. Mungkin kalo baca sendiri langsung akan merasakan hal yang sama.

Upgrading. Kalo step ini intinya sama sih sama banyaaakkk sekali materi yang bertebaran di buku-buku semacam ini lainnya. Intinya tentang memantaskan diri, nambah ilmu soal pernikahan, soal parenting, dll. Yup, ini masih sering diabaikan ya rasanya. Masih banyak yang fokusnya cuma 'mencari' siapa calonnya, tapi kelupaan membekali diri dengan ilmu untuk mengarungi perjalanan panjang setelah si 'siapa' ketemu. Untuk karier dunia aja kita sekolah SD-S1 kan, ya... masa' iya buat karier dunia-akhirat kita males belajar, sih? #SelfReminder :)

Selecting. Nah, kalo jiwa dan hati sudah bersih dari 'sampah-sampah' nggak berguna, dan bekal ilmu dan pengamalan sudah matang, tiba saatnya kita 'memilih' :) di step ini juga dikasih tips bagaimana cara untuk mengaktivasi 'magnet jodoh' loh :D Oh ya, yg digarisbesari di step ini tentu saja, jadikan agama sebagai patokan utama :))

So far, buku ini adalah buku tentang 'jodoh-jodohan' yang sama sekali nggak bikin galau. Buku ini lebih banyak mengajak para jomblo muhasabah -- merenungi segala sesuatunya. Ah, rasanya saya nggak akan bisa meceritakan dengan detail hikmah apa saja yang terkandung dalam buku ini. Jadi, silahkan gali sendiri dengan membacanya, dan mari berkaca, 'sudahkan lurus niat dibalik keinginan menikah kita?' :)

Oh ya, tambahan dikit... yang bikin salut lagi, penulis buku ini adalah seorang pasangan suami-istri yang masih belia, dan menikah diusia yang juga amat belia, tapi sudah punya pengalaman yang amat luas soal dunia pernikahan. Subhanallah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar